Lagu Ampar Ampar Pisang Menceritakan Tentang Kebudayaan Tradisional Pontianak

Niki Salamah

Lagu Ampar Ampar Pisang adalah salah satu lagu anak-anak yang populer di Indonesia. Lagu ini bercerita tentang kehidupan dan kebudayaan tradisional di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Lagu ini memiliki lirik yang sederhana namun menggambarkan kegiatan sehari-hari masyarakat Pontianak dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat mereka.

I. Latar Belakang Lagu Ampar Ampar Pisang

Lagu Ampar Ampar Pisang sendiri berasal dari Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan budaya dan tradisi lokal. Provinsi ini terkenal dengan sebutan "Kota Khatulistiwa" dan memiliki beragam etnis dan kebudayaan yang unik.

Lagu ini menjadi populer di kalangan anak-anak sejak tahun 1980-an. Meskipun lagu ini tergolong lagu anak-anak, namun lirik dan maknanya tidak hanya cocok untuk anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa yang ingin mengenal lebih dekat tentang budaya Pontianak.

II. Interpretasi Lirik Lagu

Berikut adalah interpretasi lirik lagu Ampar Ampar Pisang yang menceritakan tentang kebudayaan tradisional Pontianak:

1. Ampar ampar pisang,
   Ampar ampar pisang,
   Ampar ampar pisang diuuhh aaahh,
   Ampar ampar pisang.

2. Ampar pisang diuuhh,
   Ampar pisang diuuhh,
   Ampar pisang diuuhh diuuhh
   Ampar pisang diuuhh.

3. Di mujur masak,
   Di perut udang,
   Di rasuk jinny mara,
   Di tanduk buaya.

4. Hati hati di atas,
   Hati hati di bawah,
   Hati hati kat tengah,
   Kena mata ikan anak.

5. Gigit jari apa dah,
   Belayar tak pandai,
   Balik durian semua,
   Mau atas kah ke bawah?

6. Dendang tilu tiarap,
   Tiarap tiarap tiarap,
   Dendang tilu tiarap,
   Tiarap tiarap tiarap.

a. Ampar Ampar Pisang

Terjemahan lirik lagu pada bagian ini menggambarkan penggunaan kata "ampar" sebagai tindakan menjaga atau melindungi. Pisang dalam lagu ini melambangkan budaya Pontianak yang unik dan beragam. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Pontianak berusaha menjaga kebudayaan mereka dengan penuh perhatian dan kepedulian.

BACA JUGA:   The Significance of "Mahal Kita" in the Filipino Language

b. Di Mujur Masak, Di Perut Udang, Di Rasuk Jinny Mara, Di Tanduk Buaya

Bagian ini mencerminkan banyaknya budaya dan kepercayaan yang melekat pada kehidupan masyarakat Pontianak. "Mujur Masak" merupakan sebuah tempat yang menandakan keberuntungan, sedangkan "Perut Udang", "Rasuk Jinny Mara", dan "Tanduk Buaya" menjadi simbol keberagaman dan mistisisme yang diyakini oleh masyarakat setempat.

c. Hati-hati Di Atas, Hati-hati Di Bawah, Hati-hati Kat Tengah, Kena Mata Ikan Anak

Bagian ini mengajarkan pentingnya berhati-hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam kebudayaan Pontianak, masyarakat diajarkan untuk tetap waspada dan berhati-hati agar terhindar dari masalah atau bencana yang tidak diinginkan.

d. Gigit Jari Apa Dah, Belayar Tak Pandai, Balik Durian Semua, Mau Atas Kah Ke Bawah

Bagian ini menggambarkan permainan dan keterampilan tradisional Pontianak. "Gigit Jari" dalam lirik ini mengacu pada permainan tradisional yang dilakukan dengan memasukkan jari-jari pada mangkuk tertutup dan menebak isi mangkuk tersebut. "Belayar Tak Pandai" mengajarkan keterampilan memasak dan bermakan dengan menggunakan lontar atau daun pisang sebagai piring. Sedangkan "Balik Durian Semua" menggambarkan permainan tradisional Pontianak yang menggunakan buah durian. Semua unsur ini memperkaya kehidupan budaya dan tradisi Pontianak.

e. Dendang Tilu Tiarap

Dalam budaya Pontianak, "Dendang Tilu Tiarap" mengacu pada jenis tarian tradisional yang diseimbangkan dengan gerakan dan musik. Bagian ini menggambarkan kegembiraan dan keakraban masyarakat Pontianak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

III. Kesimpulan

Lagu Ampar Ampar Pisang merupakan lagu anak-anak yang mengandung pesan dan nilai-nilai budaya dan tradisi Pontianak. Dalam liriknya, lagu ini memperkenalkan beragam kegiatan dan kebudayaan tradisional yang unik dan menarik. Melalui lagu ini, anak-anak dan orang dewasa dapat memahami dan menghargai kekayaan budaya Pontianak, serta pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki.

Also Read

Bagikan: